Penyebab Kanker Darah pada Anak

Goapotik
Publish Date • 05/01/2022
Share
Penyebab Kanker Darah pada Anak

Kanker merupakan salah satu penyakit mematikan yang dapat menyerang siapa saja dan tidak mengenal kalangan usia dan jenis kelamin. Kanker adalah pertumbuhan sel yang tidak normal saat sel tersebut dapat tumbuh dan menyebar ke bagian tubuh lainnya bahkan menyebabkan kematian. Kanker sendiri memiliki beberapa tipe dengan ciri yang berbeda. Dan, kanker yang paling sering terjadi pada anak-anak serta remaja adalah kanker darah. 

Pengertian Leukemia

Leukemia adalah penyakit kanker yang terbentuk dari sel-sel pembentuk darah. Sebagian besar penderita mengidap kanker yang berasal dari leukosit atau sel darah putih, tetapi dapat juga berawal dari sel darah jenis lainnya. Leukemia biasanya bermula dari sumsum tulang belakang yang merupakan tempat pembentukan sel-sel darah. Sel-sel darah tersebut dapat dengan cepat dilepaskan ke dalam darah, kemudian dapat menjalar ke kelenjar getah bening, limpa, hati, sistem saraf pusat, dan organ lainnya.


Profil atau ciri-ciri sel kanker ditandai dengan pertumbuhannya yang tidak terkendali (jump-start growth). Sel kanker membutuhkan asupan makanan dengan membentuk pembuluh darah baru untuk suplai oksigen dan makanan. Sel kanker juga mampu untuk berpindah dan menyebar ke organ tubuh lain.


Leukemia terbagi atas 2 macam yaitu Akut Lymphocytic Leukemia (Acute Lymphocytic (ALL)) dan Akut Myelogenous Leukemia (Acute Myelogenous (AML)). Jika seorang anak mengidap ALL, maka sel darah putih matang yang dimilikinya tidak dapat terbentuk dengan sempurna. Hal ini menyebabkan pasien kerap mengalami keluhan penyakit seperti meriang atau menggigil. Menurut fungsinya, sel darah putih membantu kita untuk melawan infeksi. 


Dalam kasus pasien leukemia, sel darah putih akan terbentuk secara abnormal dan sel induk akan berubah menjadi lymphoblast (sel leukemia). Reaksi ini menyebabkan terjadinya penurunan produksi sel darah merah dan platelet yang diproduksi di sumsum tulang belakang. Sel darah merah adalah alasan utama terjadinya pembekuan darah, resistensi terhadap infeksi dan retensi zat besi. Tanpa sel darah merah, pendarahan hebat dapat terjadi dan menyebabkan anemia. 


Penyebab Timbulnya Sel Kanker

Kelebihan myoblasts dalam tubuh dapat menyebabkan Akut Myelogenous Leukemia. Myoblast, seperti Limfoblast, secara abnormal memproduksi sel darah putih. Karena tubuh anak-anak masih dalam masa pertumbuhan, secara tidak langsung membuat leukemia pada anak menjadi lebih akut/serius.


Berikut ini adalah faktor penyebab berubahnya sel normal menjadi sel kanker:
1. Infeksi

Kehadiran virus sangat berperan dalam terjadinya kanker pada manusia. Virus memasukkan materi genetiknya ke dalam DNA manusia lalu membentuk gen baru dan mengganggu pertumbuhan dan pembelahan sel.

2. Radiasi 

Sinar UV dapat merusak DNA dan menginduksi kanker kulit.

3. Obat-obatan dan Bahan Kimia

Kemoterapi/Radioterapi dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker kedua. Beberapa bahan kimia tertentu yang bersifat karsinogenik juga menyumbang peran terbentuknya sel kanker baru.

4. Gangguan Imunologi

Gangguan imun seperti infeksi HIV dapat menyebabkan penurunan imun tubuh secara drastis dan memicu terjadinya pertumbuhan sel kanker.

5. Beberapa faktor risiko seperti faktor-faktor genetik, lingkungan (termasuk ionization radiation), dan orang tua yang mengonsumsi alkohol atau merokok dapat menjadi faktor penyebab munculnya sel kanker darah. Pendapat lain mengemukakan bahwa lingkungan yang terpapar medan magnet juga perlu diperhitungkan/diperhatikan.



Ciri-ciri Kanker Leukemia

Layaknya seperti pasien kanker jenis lainnya, pasien kanker leukimia yang diderita usia anak-anak dan remaja juga menunjukkan beberapa perubahan fisik. Berikut adalah ciri-ciri yang sering terlihat dari pasien leukemia: 

  1. Kelelahan dan kelemahan, 

  2. Pucat, 

  3. Infeksi dan demam yang tidak mudah sembuh dengan antibiotik, 

  4. Mudah berdarah atau memar, 

  5. Nyeri sendi atau tulang, 

  6. Hilangnya nafsu makan 

  7. Turunnya berat badan

  8. Pembesaran kelenjar limfa

  9. Batuk atau kesulitan bernafas

  10. Pembesaran organ hati atau limpa

  11. Pembengkakan muka dan tangan

  12. Sakit kepala 

  13. Muntah


Ciri dan gejala dari Leukemia pada anak biasanya termasuk anemia, lemas, dan pucat serta nafas yang pendek. Gejala yang paling menonjol/pasti dialami adalah penurunan jumlah sel darah putih. Dan akibat dari turunnya sel darah putih ini dapat menyebabkan berbagai gejala seperti infeksi, demam, dan penurunan imunitas. 


Jadi jika Sowbat melihat seorang anak yang mengalami infeksi, dan infeksi tersebut terjadi dalam jangka panjang, bahkan infeksi yang bertambah terus, bisa menjadi suatu tanda jika anak tersebut mengalami leukemia. Sel kanker dapat mematikan sel normal yang berfungsi sebagai pertahanan imun tubuh. Dengan penurunan imun tubuh berbagai infeksi dan inflamasi dapat terjadi.


Pengobatan Leukemia

Treatment pengobatan pada anak yang mengidap Akut Lymphoblastic Leukemia (Pediatric Leukemia) yaitu dengan menggunakan radiasi atau Kemoterapi. Treatment ini pun tetap dalam pengawasan dan melewati pengujian klinis. Alat medis yang memadai dapat meningkatkan keefektifan serta menambah informasi dan pengetahuan mengenai pengobatan leukemia pada pasien menjadi lebih baik. 

Dalam proses pengobatan baik itu melalui radiasi maupun kemoterapi, berikut adalah 3 fase pengobatan dalam menangani penyakit Leukemia pada anak: 

  1. Remission Induction (Induksi Penurunan sel): fase pertama pengobatan leukemia pada anak dengan tujuan membunuh sel kanker darah yang berada di dalam sel darah dan sumsum tulang belakang.

  2. Terapi Intensif: fase kedua pengobatan leukemia pada anak setelah melewati fase remisi/penurunan, dengan tujuan membunuh semua sel kanker darah (leukemia) yang justru dapat menyebabkan kemunduran pengobatan

  3. Maintenance/pemeliharaan: fase ketiga pengobatan leukemia pada anak dengan tujuan membunuh sel yang kemungkinan bisa tumbuh kembali dan mencegah kemunduran pengobatan.


Pada umumnya, proses pengobatan di fase ketiga dilakukan dengan dosis rendah, tidak lebih tinggi daripada fase pertama. Jika pengobatan tidak dilakukan sesuai anjuran dan pengawasan tim dokter ahli, maka akan meningkatkan kemungkinan kanker darah untuk kambuh atau menjadi lebih parah.


Maka dari itu, untuk mencegah terjadinya leukemia pada anak, para ibu dan ayah berkewajiban untuk menjaga tubuhnya agar selalu sehat dan prima sejak mempersiapkan kehamilan, selama kehamilan, hingga kelahiran. Kemudian rajinlah dalam memantau perkembangan anak agar deteksi dini terkait kanker darah dapat dilakukan dan mendapatkan pengobatan lebih cepat.


Sumber:

  1. Yenni. Rehabilitasi medik pada anak dengan Leukemia Limfoblastik Akut. Jurnal Biomedik (JBM), Volume 6, Nomor 1, Maret 2014, Hal: 1-7. Universitas Sam Ratulangi, Manado

  2. dr. H. Subianto, Sp.B (K) Onk. Perubahan Sel Normal menjadi sel kanker. 

  3. Samantha C. Bernard, Ehab H. Abdelsamad, Paisley A. Johnson, Daniel L. Chapman and Madhukiran Parvathanen. Pediatric Leukemia: Diagnosis to Treatment-A review. Journal of Cancer Clinical Trials. Bernard et al, J Cancer Clin Trial 2017,2-2. Department of Biotechnology, Harrisburg University of Science and Technology, 326 Market St, Harrisburg, PA 17101, USA